Pengertian Etika dan Estetika dalam Islam

Etika, banyak dibahasakan dengan berbagai varian kata, ada yang menyebutnya dengan tata krama, adab, budi pekerti unggah-ungguh (jawa), dan lain sebagainya. Etika sendiri merupakan suatu nilai yang dapat mengangkat pada pelakunya pada derajat yang tinggi, hal tersebut dapt dibutikan dari kutipan hadits Nabi:

إِنَّ مِنْ أَحِبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ أَخْلَاقًا

Sesungguhnya diantara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat denganku yaitu orang yang baik akhlaknya.” (HR.Tirmidzi)

Mereka yang memiki akhlak yang baik akan mendapatkan derajat yang tinggi bersama-sama dengan Nabi, orang yang paling mulia disisi Allah dan seluruh umat Manusia. Sebagai umat Nabi sudah jadi barang tentu merindukan dan mempunyai harapan agar dapat bersama-sama dengan Nabi, Mulai dari menjalankan sunah-sunahnya, memperbanyak shalawat, dan beberapa amalan yang bersumber dari pada Nabi. Karena Beliau adalah pimpinan dari para Nabi dan Rasul, serta menjadi pemimpin seluruh umat manusia, oleh arena itu, kita semua pasti memiliki harapan yang sama untuk dapat bersama-sama dengan Beliau di akhirat.

Al-Quran pun tak melewatkan bahasan ini, seperti dalam al-Quran surah al-Baqarah ayat 83 berikut:

لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّـهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua oarang tua, krabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah: 83)

Menerapkan akhlak yang baik kepada kedua orang tua adalah sebuah keharusan, karena Allah telah menetapkan mereka menjadiakan wasilah agar kita dapat dilahirkan didunia. Maka sudah seharusnya kita memberikan yang terbaik untuk mereka, contoh hal kecilnya dengan menerapkan akhlak yang mulia ini.

bukan berarti dihadpan orang lain bersikap biasa saja, akhlak yang mulia ini diterapkan juga pada orang lain, misal terhadap krabat atau orang yang kerapkali bersama kita, tetangga, anak yatim dan orang-orang yang berada dibawah kita. Bahkan akhlak yang mulia juga dianjurkan untuk diperaktikkan pada setiap orang yang berjumpa dengan kita, walaupun tidak pernah mengenal sebelumnya.

Begitu banyak manfaat yang dapat kita peroleh dengan memperaktikkan akhlak yang baik, seperti dalam lingkup keluarga, seorang anak yang berbakti dan memperlakukan kedua orang tuanya dan kerabatnya dengan akhlk yang baik, pasti ia akan dicintai dan disayangi dalam keluarga. Begitu pula dalam bermasyarakat, mereka yang memiliki akhlak yang baik pun akan diposisikan sebagai teladan serta uswah (contoh) dan pastinya ai akan cintai banyak orang. Bahkan Nabi menggambarkan posisi akhlak sebagai gambaran untuk mereka yang memiliki keimanan ang sempurna, seperti dalam sebuah hadits berikut:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya.” (HR At-Tirmidzi)

Akhlak yang mulia bukan hanya sebagai gambaran kebaikan yang akan diperoleh didunia saja, dengan menerapkan akhlak yang baik pada orang-orang disekitar kita, maka orang lain juga akan menerapkan hal yang sama juga terhadap kita. Sama halnya jika kita menerapkan kebikan dikehidupan dunia, maka diakhirat kelak kita akan memanen hasilnya.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai