
Islam menyerukan pada semua umatnya untuk selalu mengerjakan ibadah, baik ibadah mahdoh (wajib) dan ghairu mahdoh (sunah). Ibadah merupakan suatu amal yang memiliki tujuan agar terhubungnya ruhaniyah seorang hamba denganTuhannya.
Dalam melaksanakan suatu ibadah, terdapat tata cara yang telah diatur dalam hukum fikih, hal yang tidak bisa dilewatkan dalam bahsan ini adalah tentang syarat dan rukunnya. Syarat dan rukun menjadi penentu sah dan tidaknya suatu ibadah. Oleh karenya syarat dan rukun akan selalu ditemukan dalam ibadah apapun, baik itu ibadah mahdoh maupun ghairu mahdoh. konsekwensinya, bila seorang meninggalkan salah satu dari syarat dan rukun tersebut maka ibadahnya dinilai tidak sah.
Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan seorang yang meninggalkannya secara tidak sengaja, atau karena ketidak mengetahuinya, tidak berhak mendapatkan pahala dari Allah SWT, itu semua dikembaliakan ke-Iradah (kehendak)-Nya. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11 yang berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ – ١١
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila yang dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan didalam majlis-majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan kepadamu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu, “Maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang yang diberi ilmu beberapa drajat. Dan Allah Maha Teliti pada apa yang kamu kerjakan.“
Orang yang memiliki ilmu akan Allah angkat derajatnya diatas mereka yang tak berilmu. Ilmu adalah karunia yang besar dan termasuk amanah yang harus dijaga, orang yang diberi kelebihan ilmu seyogyanya dapat menolongnya dengan memberitahukan kebenaran pada mereka yang membutuhkan, dan menunjukkan jalan yang lurus, yaitu jalan yang diridai Allah SWT.
Segala sesuatu tergantung pada niatnya,
Suatu amal akan dikatakan sebagai ibadah, apabila tujuan melakukannya adalah untuk mendekat diri kepada Allah. Artinya, terlepas dari segala tujuan duniawi, seperti drajat, pangkat dan penghormatan. Melainkan semata-mata hanya mengharapkan ridlo dari Allah Swt. Dari sini, keniatan amal seorang mulai hamba diuji, apakah akan tetap bertahan dengan keimanannya atau goyah dengan godaan duniawi.
Niat sendiri, mempunyai tempat khusus disanubari setiap insan, adapun ulama mengajarkan pelafalan nya tidak lain hanya untuk membantu hati agar tidak terhalang saat hati melaksanakannya.
Rasulallah Saw bersabda :
إنما الأ عمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى
“Sesungguhnya suatu amal itu tergantung pada Niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia Niatkan”.
Semua amal akan dikatakan sebagai ibadah, atau perbuatan yang mempunyai nilai pahala, bila mana di dasari dengan niat yang tulus untuk mendapatkan ridha Allah semata. Sebagai sesama muslim sudah menjadi kewajiban bersama untuk saling mengingatkan satusama lain. pada kesempatan kali ini kami mengajak para pembaca sekalian untuk dapat menempatkan niat pada tempatnya, yaitu mengesampingkan segala urusan dunia dan menjadikannya sebagai harapan untuk mendapatkan rahmat dari Allah Swt.
Demikian isi artikel ini, semoga bermanfaat ..
Tinggalkan komentar