Didalam setiap kesusahan akan ada kemudahan

Dalam menjalani kehidupan, sudah sudah pasti ada yang namanya kesulitan, namun apakah benar dalam setiap kesulitan akan ada kemudahan?, oleh karena itu dalam artikel ini sedikit memahas terkait dua unsur, yaitu kesulitan dan kemudahan, dua hal yang bertentangan, tapi jusa sekaligus berpasangan. sebelum jauh membahas itu, mari kita simak terlebih dahulu ayat dalam Al-Qur’an Surah Asy-Syarh ayat 5-6 berikut :

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ

“Maka sesungguhnya bersrta kesulitan terdapat kemudahan,”

“Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan”.

Sangat jelas sekali bagai mana al-Quran menyampaikan tentang kemudahan yang akan ditemukan dalam setiap kesulitan. tidak ada maksud lain dalam ayat ini, selain apa yang kita fahami setelah kita membacanya, padahal keterangan sudah jelas gamblang dalam al-Quran, dan kalimat ini sangat familiar disampaikan oleh para dai. Yang bermasalah bukan al-Quran-nya, melainkan kita sendiri yang belum mengetahui apa yang harus dilakukan setiap ada ujian.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami menyajikan tema dengan judul ” Didalam Kesusahan Terdapat Kemudahan”. Tidak semua orang dapat mengerti bagai mana kesusahan yang sedang di hadapi dapat ia selesaikan. Al-Quran telah memberitahukan kita tentang apa yang Allah ujikan adalah sesuai dengan batas kemampuan dari setiap hambanya, seperti yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 282 berikut:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Diaa mendapat (pahala) dari (kebaikan) yang dikerjakan dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (mereka berdoa), ” Ya Tuhan kami. janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan, Ya Tuhan kami, janganlah engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagai mana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

Dalam konteks ini ada beberapa point yang berkaitan, jika digabungkan akan jadi suatu pemahaman yang utuh, dan akan kami coba bahasnya satu persatu.

Pertama, terkait dengan ujian, kami gambarkan ujian ini sebagai mana yang kita hadapi dalam dunia sekolah, apakah bisa disamakan? tentu bisa, bahkan mungkin adalah gambaran yang sesungguhnya. Oleh krena itu apapun kesulitan yang kita hadapi disebut sebagai Ujian, sebagai mana ujian yang kita hadapi saat kita dibangku sekolah.

Lalu bagaimana hal tersebut bisa disamakan?,

Tepatnya bukan disamakan, tetapi dipahami, karena disini adalah gambaran nyata yang dapat kita lihat dan rasakan, karena saya rasa sebagian besar yang membaca artikel ini pernah menglami Ujian paska sekolah, dan dari situ dapat kita ambil sebuuah pelajaran, dalam melaksanakan ujian dibangku sekolah, coba saya tanya kira-kira apa yang pertama kali kita lakukan saat soal ujian itu diberikan?, betul, yang pertama kali kita lakukan adalah menerima soal ujian itu. Artinya, ketika ada ujian datang, pertama yang kita lakukan adalah dengan menerima ujian itu, karena pada umumnya seorang yang sedang diuji menolak adanya ujian, sering kali mengeluh dan pesimis, merasa sulit dan berat untuk menyelesaikannya. padahal itu baru dikasih kertas ujian? belum melihat soal-soal ujiannya??.

Walaupun tidak tau bagai mana jawaban yang benar dari soal ujian yang diberikan, diam, putus asa, pesimis dan kawan-kawanya itu tentunya tidak akan menjadikan soal ujian kita selesai, malah bisa jadi basah karena kebanjiran air mata dan akhrinya semakin sulit untuk dipahami.

Ujian yang ada dalam hidup kita pun seperti itu, tidak akan selese jika hanya mengeluh, pesimis serta putus asa. tetapi kita terima dulu ujian nya, baru kita baca satu persatu pola ujian yang diberikan, sebagai bentuk intropeksi diri.

Lalu apa yang dilakukan jika kita sudah menerima ujian yang diberikan?

Kedua, adalah mengerjakan soal yang diberikan.

Tidak tahu bagai mana mengrjakannya?,

Tidak tahu jawaban yang tepat itu apa?.

Ini adalah kekeliruan kedua, yaitu rasa mampu untuk dapat menyelesaikan masalah atau ujian yang diberikan, dan lupa bahwa Allah lah yang sesungguhnya mampu untuk itu.

Lalu apa yang kita lakukan? apakah hanya diam menunggu Allah yang menyeselaikan?, tentu tidak, diatas sudah disinggung, bahwa Allah tidak menguji hambanya melebihi batas kemampuan yang dimiliki, maka kerjakanlah sesuai kemampuan yang telah Allah berikan, sebagai bentuk ikhtiar dari ujian yang dihadapi. tapi bukan asal-asal, melainkan dengan sungguh-sungguh. Dengan harap Allah memberikan yang terbaik.

Saya sudah seleseikan soal ujian yang diberikan, sebagai bentuk ikhtiar, setelah itu bagai mana?

Ketiga, jika kita telah menyelesaiakan saol ujian, maka selanjutnya adalah menyerahkanya pada pengawas, soal dapet nilai berapa itu bukan pekerjaan kita. Artinya, setelah kita ber ikhtiar dan berdo’a, maka yang selanjutnya kita lakukan adalah menyerahkannya pada Allah SWT, dan bertawakal dengan segala apa yang akan Allah tentukan untuk kita.

para pembaca yang budiman, dari awal bahasan dapat disimpulkan bahwa, dalam menghadapi ujian, pertama adalah menerimanya dengan ikhlas, selanjutnya adalah mengerjakan soal-saol yang diberikan dengan sungguh-sungguh. dan yang terakhir adalah menyerahkanya pada Allah SWT. dan ujian selesai.

ternyata begitu indah jika segala sesuatu dapat kita kerjakan dengan dasar ilmu, maka jangan putus untuk belajar, dan dapatkan arti dari makna kehidupan.

Dalam setiap kesusahan akan ada kemudahan, bisa jadi kemudahan anda adalah setelah membaca artikel ini.

sekian, semoga bermanfat …

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai