Ilmu tingkat tinggi

Banyak yang menggunakan kata ini, bahkan kita sendiripun tak tau sudah seberapa sering mendapatkan nasihat dengan kata “sabar”, baik dari orang lain maupun dirikita sendiri.

Oleh karenanya bahasan pada kesemptan ini tidaklah asing dalam keseharian kita, namun apakah kita tahu, bahwa sesungguhnya ilmu yang ada dalam kata “sabar” adalah ilmu tingkat tinggi??

sabar sendiri berasal dari kata الصبر (As-shabru) yang kemudian kata ini diadopsi menjadi bahasa kita dengan makna yang sama. sabar sendiri memiliki banyak devinisi, dikarenakan dapat dipandang dari beberapa sudut pandang, seperti sudut pandang musibah, ketaatan, dan kesabaran dalam menahan dari perbutan maksiat.

Kesabaran adalah salah satu dari hal yang hanya ada dalam diri manusia, umumnya perintah sabar ini hanya diperuntukkan untuk manusia, tidak untuk selainnya. Semua makhluk ciptaan Allah tidak ada yang sesempurna manusia, mulai dari malaikat yang sering kita banggakan, ternyata drajatnya dibawah mausia, bahkan Jin pun pernah menjadi penasehatnya untuk kurun waktu yang lama. Iblis, Jin dan syetan sendiri hanya dibekali nafsu, tidak dapat mengendalikan diri sepenuhnya, hewan ? jelas tidak, ia hanya diberikan nafsu tampa akal pikiran. Namun manusia terbilang kompleks, ia memiliki dari kesemua mahluk-mahlukNya Allah. karena pada diri manusia Allah membekali akal dan nafsu secara bersamaan. Kelebihan yang Allah berikan bukan tanpa maksud, melainkan sebuah modal untuk menghadapi beban barat yang disanggah manusia agar tetap didalam jalanNya.

Allah berfirman dalam QS As-Syura: 43 :

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguhn yang demikian itu termasuk perbutan mulia.” (QS As-Syura: 43)

Bersabar tidak semudah mengucapkan kata “sabar”, permasalahanya sangat kumplit, bahkan disetiap kebaikan yang kita lakukan, semisal dilanda musibah, kita diperintahkan untuk dapat bersabar, dalam menjalankan menjalankan ketaatan kepada Allah, kita juga diperintahkan untuk bersabar, dan dalam menahan diri dari segala sesuatu yang memiliki unsur maksiatan juga diperintahkan untuk bersabar.

Jadi bisa diambil sebuah keseimpulan, bahwa kesabaran diperintahkan dalam sepanjang nafas kita masih berhembus.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata :

Aku akan terus bersabar. Bahkan sampai kesabaran itu sendiri merasa lelah dengan kesabaranku.”

Inilah titik dimana kesabaran itu tergolong ilmu tinggi, banyak yang sering mengucapkanya, tapi sering kali juga tergelincir, bahakn kerapkali jatuh terperangkap didalamnya.

Coba kita renungkan bersama, ibadah shalat diwajibkan lima kali dalam sehari semalam, puasa diwajibkan tiga puluh hari dalam setahun, zakat diwajibkan satu kali dalam setahun, dan haji diwajibkan sekali dalam seumur hidup. Namun sabar, walaupun tidak diwajibkan, tetapi selalu memiliki potensi dalam setiap apa yang kita lakuan, tentunya hal itu sangatlah luas.

Oleh karena itu Allah memberikan pahala yang setimpal bagi yang maubersabar, salah satunya yang terdapat dalam Surah Az-Zumar: 10 berikut :

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

Didunia ini tidak ada yang sempurna, segala kesempurnaan hanya milik Allah SWT, namun bukan Allah namanya bila tidak memilki Rahmat dan Ampunan yang luas.

۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Katakanlah,”Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirimereka sendiri. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar: 53)

Sekian semoga bermanfaat …

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai