
Assalamu’alaikum sahabat ngaji, kali ini kami akan menyajikan sebuah kaarya ilmiyah yang berbeda dari sebelumnya, dan insyaAllah akan sangat bermanfaat bagi kita untuk kihidupan didunia maupun diakhirat kelak, dan semoga karya kami kali ini juga dapat mendatangkan manfaat yang tidak pernah terputus hingga dapat menjadi bekal amal kami dikehidupan yang abadi yaitu kehidupan di akhirat kelak. amiin ..
Islam ibarat bangunan memiliki tiga unsur pokok yang penting sebagai krangka utama dalam sebuah bangunan, tiga unsur pokok ini apabila dapat diamalkan dengan sebagaimana mestinya akan menjadikan seorang mukmin mencapai drajat yang bahkan mengalahkan malaikat, yaitu mahluk yang memang dicipta untuk selalu taat terhadap Allah SWT. Manusia memang tidak dicipta sepeerti halnya malaikat, namun manusia dapat menjadi lebih mulia daripada itu, yaitu ketika seorang hamba dapat mengamalkan tiga unsur pokok dalam ajaran Islam.
tiga unsur pokok ini adalah Iman, Islam dan Ikhsan. ketiganya tidak akan kami bahas sekaligus namun insyaAllah akan kami bahas secara bertahap, pada teks diatas akan kami terjemahkan dengan gaya bahasa yang mudah semampu kami agar sahabat ngaji dapat memperoleh manfaatnya dengan lebih mudah.
Langsung saja, untuk bahasan kita pada artikel kali ini adalah soal tauhid atau mengesakan Allah Ta’ala. Sahabatt ngaji yang semoga senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah, menjalankan perintah agama merupakan suatu kewaiban yang mutlak bagi seluruh umat Islam, namun perlu diketahui yang namanya beribadah bukan hanya melakukan perintahnya saja namun kita memiliki tujuan yang jelas tentang alasan kita melaksanakan ibadah, dalam hal ini tauhid adalah salah satu aspek yang harus kita pelajaari agar ibadah kita menjadi rangkaian dari perwujudan seorang hamba sesungguhnya.
pada bagian awal menjelaskan tentang pembukaan yang disusun oleh pengarang kitab ini, yaitu almaghfurlah KH. Maimun Zubair. adapun yang pertama kali dibahas adalah soal lafal الحمد , pada lafal ini beliau menjelaskan perbedaan artinya secara bahasa dan Istilah, الحمد secara bahasa artinya bentuk pujian dengan ucapan atas keadaan apa saja dengan tujuan mengagungkan, artinya lafal الحمد bisa digunakan dalam keadaan susah ataupun bahagia. Sedangkang الحمد secara istilah artinya sebuah reaksi yang ditunjukkan pada sang pemberi nikmat atas suatu kebaikan yang telah diberikan, baik kenikmatan itu dirasakan sendiri atau orang lain, jika untuk sesama manusia bisa dicontohkan dengan ucapan terimakasih saat orang lain telah membantu kita dalam menyelesaikan masalah kita, atau kenikmatan yang dialami oleh orang lain.
Ungkapan rasa syukur ini terbagi menjadi tiga golongan, adakalanya diungkapkan dengan menggunakan lisan, seperti mengucapkan الحمدلله، atau dengan kebahagiaan, artinya orang yang bersyukur dengan cara ini adalah mereka yang tidak menampakkan rasa syukurnya namun sejatinya ia telah bersukur dalam hati. Dan yang ke tiga adalah orang yang menampakkan rasa syukurnya, seperti tersenyum, atau membagikan kepada orang lain kenikmatan yang telah ia dapatkan, dan sejenisnya. dari ketiga ungkapan itu tidak ada yang buruka, semuanya baik, jika memang sudah sesuai dengan porsinya masing-masing.
demikian adalah sedikit keterangan yang bisa kita pelajari, dan dapat kami simpulkan bahwa sejatinya kemikmatan itu akan senantiasa Allah gandakan jika ia mau mensyukuri apa yang sudah Allah berikan, syukuri walaupun itu bukan seberapa daiari kenikmatan yang diraih oleh orang-orang disekitarmu, namun percaya lah bahwa Allah lebih tau apa paling terbaik untuk kita. mari kita bersama-sama dalam mencapai kebahagian itu dengan selalu memupuk rasa syukur kita terhadap Allah SWT.
Tinggalkan komentar