
“Al “ yang terdapقat pada kalimat الله memiliki faidah للاستسحا ق (kepemilikan secara Mutlaq) artinya jika dirangkai dalam kalimat الحمد لله maka faidah ini memiliki arti tidak ada Dzat yang berhak dipuji kecuali Allah SWT. Adapun faidah lil-istishaq sendiri dikhususkan pada pembahasan disisni dari teks nadzoman diatas, sedangkan dalam konteks lain “lam” dapat memiliki beberapa faidah, diantaranya lil-istighraq atau lil-istighraqi anwa’ill jinsi, untuk jenis faidah yang terakhir ini berlaku dalam macam-macam pujian yang ada empat, yaitu : pujian terhadap sesame makhluk, pujian Khaliq (pencipta) pada makhluq, pujian makhluq pada Khaliq danterakhir pujian Khaliq pada Khaliq. Lalu dimana posisi kita? Kita terhadap Allah termasuk dalam pujian makhluq pada Khaliq.
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa kita sebagai mahluk atau yang diciptakan oleh Allah sudah seharusnya kita memuji kepada-Nya, saat kita memuji pada Allah berarti kita sedang berposisi sebagaimana hamba terhadap majikannya, lalu apa yang kita puji? Oke, segala apa yang terjadi sampe detik ini merupakan anugrah dari pada sang Pencipta, kita dan segala apa yang terjadi adalah atas kehendaknya, apabila kita mau berterima kasih atas anugrah itu, artinya kita telah melakukan kewajiban kita sebagai hambanya Allah, dalam al-Quran telah diterangkan bahwa Allah akan menambahkan kemikmatan terhadap hamba-Nya yang mau bersyukur terhadap segala nikmat-Nya, sebaliknya Allah akan menghukum terhadap siapa saja yang tidak bersyukur dengan hukuman yang berat. Kita saja yang manusia, akan berterimakasih pada mereka yang membantu kita, apalagi terhdap Allah, walaupun Allah bukan lah manusia seperti kita namun hal tersebut cukup untuk menggambarkan bagaimana sekap kita yang benar terhdap Allah SWT.
Berlanjut pada lafal علي صلاته yaitu dengan dibaca kasrah di huruf ص, ini memiliki arti beberapa pemberian, dalam konteks disini pemberian yang dimaksud adalh pemberian Allah terhdap mahluk-Nya, apapun itu, termasuk didalamnya ada kehatan, kesempatan dan kekuatan untuk menjalani segala rankgkaian aktifitas hari ini, baik dalam berhubungan dengan sesama manusia ataupun dalam beribadah, karena jika Allah tidak meridhoi itu maka semua nya tidak ada pernah terjadi, namun kita harus tetap dalam alur setiap segala seauatu yang baik datangnya dari Allah sedangkan keburukan dan kesalahan datangnya dari diri kita sendiri, karena Allah tidak mungkin sengaja ingin menjeruskan manusia, bahkan saking baiknya Allah mau dosa sebesar apapun jika dimintakan dengan tulus maka akan diampuni.
Sekali lagi kami simpulka bahwa kita sebagai hamba-Nya Allah adalah wajib memuji-Nya, dalam segala lini kehidupan yang lika-likunya tidak dapat dipastikan dan antara satu dengan yang lainnya berbeda-beda dalam tingkatanya, namun semua itu telah dirancang dengan sempurna oleh sang Pencipta, kita hanya disuruh untuk tetap taat dalam keadaan yang bagaimanapun, baik dalam suka maupun duka, kadang kita diberikan ujian adalah sarana Allah yang menginginkan kita untuk lebih mendekat pada-Nya, dan kita tidak boleh egois dengan keinginan kita sendiri, ingat kita adalah hamba, maka berposisilah selayaknya hamba pada majikannya, jika dengan pimpinan dikantor saja kita berhati-hati dan kadang terlalu berlebih hanya untuk agar tidak dimarahi, maka terhadap allah haruslah lebih, karena Allah yang mencipta segala suatu termasuk kita semua yang ada dialam dunia ini, haruslah jauh lebih diutamakan.
Sekia semoga bermanfaat,,
Tinggalkan komentar